Negara Bangladesh Belajar Audit Internal Publik ke Kemendikbudristek – RI

 Kemendikbudristek – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menerima 11 orang delegasi dari Kementerian Keuangan Pemerintah Negara Bangladesh yang melakukan rangkaian kunjungan kerja resmi di Indonesia.

“Adalah sebuah kehormatan bagi kami menyambut kunjungan kerja yang dilakukan Pemerintah Bangladesh. Kiranya momentum ini kita manfaatkan untuk berbagi pengalaman dan pengetahun terkait Oversight of Education Service Delivery sekaligus lewat pertemuan ini dapat menambah wawasan kita semua” jelas Sekretaris Inspektorat Jenderal, Subiyantoro, seperti dikutip dalam rilis Kemendikbudristek di Jakarta, Senin (16/5/2022).

Turut hadir secara luring mengawali sesi diskusi Auditor Madya Inspektorat V, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Ika Istakariana menyampaikan materi tentang “Collaborative Supervision Framework for Transfer to Local Government”.

“Sebuah contoh kolaborasi dalam hal pembiayaan pendidikan salah satunya yaitu pengawasan transfer dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Keuangan merancang proses pengawasan bersama dimulai dari perencanaan, pengiriman, aktivitas pembelajaan dan pelaporan dengan tetap mengedepankan prinsip saling menghormati kewenangan masing-masing,” urai Ika Istakariana.

“Hal tersebut dilakukan salah satunya melalui melalui Nota Kesepahaman Bersama/Memorandum of Understanding. Pemerintah Indonesia selalu hendak memastikan terpenuhinya komitmen peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui alokasi dana 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” tegas Ika.

Senada dengan itu Auditor Utama Inspektorat IV Itjen Kemendikbudristek, Maralus Panggabean, dalam sesi diskusi menyampaikan struktur dari Itjen Kemendikbudristek, sistem mekanisme pengawasan yang telah dibentuk serta berbagai hal lain yang terkait dengan manajemen pengawasan.

Delegasi Pemerintah Bangladesh yang diketuai oleh Additional Secretary and PIT Head, Budget and Expenditure Management, Finance Division, Bangladesh Secretariat, Kabirul Ezdhani Khan memberikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Indonesia kunjungan kerja yang dilakukan.

“Urgensi Itjen Kemendikbudristek menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam menjalankan fungsi pengawasan intern terhadap semua unit kerja/satuan kerja di bawah Kemendikbudristek adalah untuk meminimalkan risiko penyuapan,” kata Maralus.

Dalam kesempatan kunjungannya, Kamis (12/5/2022) yang lalu tersebut, Additional Secretary & PIT Head, Budget & Expenditure Management, Finance Division, Bangladesh Secretariat, Kabirul Ezdhani Khan, memberikan apresiasi atas penerimaan yang baik dari Pemerintah Indonesia.

“Kami memilih Indonesia sebagai tujuan kunjungan kerja kami dikarenakan kami mengetahui Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi penduduk terbesar, tentunya memiliki sejarah yang panjang dalam menghadapi tantangan pelayanan publik terutama dalam implementasi Internal Auditing Public Sector. Oleh sebab itu kami (rombongan delegasi Pemerintah Bangladesh) hadir disini untuk mempelajari pengalaman yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia, mendapatkan pengetahuan dalam mengelola dan mengimplementasikan Auditor Internal Sektor Publik di negara kami,” tutur Kabirul.

Pertemuan yang dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut turut dihadiri  secara luring oleh pejabat Eselon II, beberapa Auditor Utama, beberapa Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) dan secara daring oleh beberapa Auditor Madya dan Auditor Muda di lingkungan Itjen Kemendikbudristek.

Mengakhiri acara dilakukan penyerahan cindera mata oleh Sekretaris Itjen kepada rombongan delegasi Bangladesh serta rombongan delegasi berkesempatan mencicipi jamuan hidangan khas Indonesia dan mengunjungi Rumah Cegah.

sumber : info publik