Strategi Harga Psikologi (2)

harga mahal

Strategi Harga Psikologi (2)

Waktu lalu kita sudah belajar Strategi Harga Psikologi (1) dengan Bahasan “The Power of Angka 9”. Disitu kita sudah mengerti betapa besar sekali pengaruh angka 9 di label harga yang kita berikan pada produk atau jasa kita.

Nah, dalam kesempatan ini, the next Strategi Harga Psikologi kali ini saya akan bahas perihal “Harga Mahal”

Harga Mahal

Bagaimana Bisa menjual Lebih Mahal, malah lebih laku ?

Belum lagi, malah jadi boomerang kalo kita menggunakan Strategi Harga Psikologi “The Power Of Angka 9”

Pada Produk atau Jasa tertentu justru malah menjadi dampak buruk bila hanya mengunakan strategi tersebut. Maka para ahli membagi  dua bagian yaitu, Harga Presisi dan Harga Bulat

Misal apa bila kita menjual harga suatu produk atau jasa yang umum di pasaran semisal mobil LCGC dengan harga akhiran 9 dengan harga Rp. 119.000.000,- maka akan power full sekali dalam menyentuh psikologi calon pembeli.

Beda cerita apabila kita mau jualan mobil bermerek Ferrari , bila kita pakai strategi  harga presisi angka 9 tersebut maka akan terkesan harga murahan. Para peneliti sepakat untuk produk dan jasa tertentu, konsumen akan lebih percayadan nyaman dengan harga bulat atau bisa kita indikasikan harga mahal.

Pemberian angka 9 atau harga presisi lebih cocok kepada konsumen yang berorientasi kepada sudut pandang dan kesan barang diskon-an, barang murah. Ini lebih cocok kepada konsumen yang memainkan logikanya, memainkan rasionalitas, Buka Feel-ing atau bahkan Emosional tingginya.

Maka sebab itu para Ahli membagi tipe konsumen dari cara atau alasan mereka membeli suatu produk dan jasa

Dorongan Rasional VS Dorongan Emosional

Dorongan Rasional adalah ketika konsumen beli sesuatu karena mereka  menggunakan logikanya, rasionalitasnya karena memang butuh untuk menunjang aktifitasnya. Mereka akan jalan logikanya, matematikanya bekerja. Mereka akan cari produk dan jasa yang harganya paling masuk akal. Mencari harga semurah mungkin namun mengharapkan value se tinggi mungkin Maka Strategi Presisi angka 9 itu sangat masuk akal bagi mereka.

Dorongan Emosional adalah ketika konsumen beli sesuatu untuk memenuhi keinginan, gengsi, prestis dan gaya hidup. Mereka akan berorientasi ke feelingnya. Mereka akan tutup mata soal harga atau tidak memperdulikan  harganya. Orang Emosional ketika mencari dan membeli mobil akan mengutamakan kenyamanan, merek, keaslian / keabsahan, after sales, design material. Maka harga Mahal dengan orientasi pembelian harga bulat sangat cocok bagi tipe konsumen dengan dorongan Emosional ini.

Next Time saya akan share mengenai pembahasan “Jual Lebih Mahal Malah Lebih Laku”, materi ini pernah saya bawakan saat perform di PT Pos Indonesia dengan pesertanya pebisnis Online Semua, yang otomatis sangat berhubungan dengan tema artikel ini.

Jadi, ternyata tidak semua konsumen itu kena dengan strategi harga psikologi angka 9 atau harga presisi. Untuk produk atau jasa tertentu, pemberian harga lebih mahal atau harga bulat justru akan menambah angka penjualan bisnis kita.

Nah sekarang Anda sudah paham Strategi Harga Psikologi (2), segera terapkan dalam bisnis Anda. Nantikan tips Strategi Harga Psikologis Selanjutnya di EkoBudiSektiono.ID yaa